PANDUAN PENYUSUNAN PORTOFOLIO SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN

November 9, 2009

A. Pengertian dan Fungsi
Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan, komponen portofolio meliputi:
(1) kualifikasi akademik,
(2) pendidikan dan pelatihan,
(3) pengalaman mengajar,
(4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran,
(5) penilaian dari atasan dan pengawas,
(6) prestasi akademik,
(7) karya pengembangan profesi,
(8) keikutsertaan dalam forum ilmiah,
(9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan
(10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Fungsi portofolio dalam sertifikasi guru (khususnya guru dalam jabatan) untuk menilai kompetensi guru dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai agen pembelajaran. Kompetensi pedagogik dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial dinilai antara lain melalui dokumen penilaian dari atasan dan pengawas. Kompetensi profesional dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan prestasi akademik.
Portofolio juga berfungsi sebagai:
(1) wahana guru untuk menampilkan dan/atau membuktikan unjuk kerjanya yang meliputi produktivitas, kualitas, dan relevansi melalui karya-karya utama dan pendukung;
(2) informasi/data dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru, bila dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan;
(3) dasar menentukan kelulusan seorang guru yang mengikuti sertifikasi (layak mendapatkan sertifikat pendidikan atau belum); dan
(4) dasar memberikan rekomendasi bagi peserta yang belum lulus untuk menentukan kegiatan lanjutan sebagai representasi kegiatan pembinaan dan pemberdayaan guru.

Tunggu ya tulisannya masih lanjut loh……………


Network Berbasis IP Untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Juli 21, 2009

Oleh: A. Nurman Effendi
Systems Internet Protocol (SIP) yang sudah dibangun dan diterapkan yang juga berhasil meimplementasi di terapkan oleh cisco “Cisco Connected Learning for Schools”, suatu cetak biru teknologi yang menyediakan pendidikan abad ke-21. Implementasi ini memanfaatkan jaringan Internet Protocol (IP) terkonvergensi untuk kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan pada dasarwarsa sekarang ini.
Cisco Connected Learning diawali dengan membangun jaringan yang tepat untuk menghubungkan seluruh gedung sekolah dan memungkinkan akses ke informasi yang penting,” kata Hans A. Utomo, Enterprise Director Cisco Systems Indonesia.
Selanjutnya sekolah bisa terus menambah penggunaan aplikasi-aplikasi dan kemampuan lainnya untuk meningkatkan efisiensi secara administrasi dan meningkatkan produktivitas pengajar dan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang menjadikan siswa sebagai fokus utama. Connected Learning mengubah dunia pendidikan dan menjadikan sekolah sebagai ‘ruang kelas tanpa batas’.
Cetak biru ini cocok diterapkan di mana saja termasuk di Indonesia. Mensinergikan teknologi dan pendidikan akan mengoptimalkan semua sumber daya untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas. Sebagai tambahan, siswa akan diberikan pengalaman menggunakan sarana teknologi yang juga akan mereka alami saat masuk ke dunia kerja,” tambah Hans.

Pemerataan pendidikan
Pembangunan fondasi jaringan di lingkungan sekolah memungkinkan dukungan untuk beragam aplikasi suara, video dan data, yang berkecepatan tinggi dan handal. Tahapan awal ini terbukti telah membantu para siswa di St. Lucie, yang terletak di negara bagian Florida, Amerika Serikat, mampu menyediakan akses pendidikan yang merata sehingga para siswanya mencapai standar pendidikan yang sesuai di Amerika.

Tahap selanjutnya adalah pengembangan koneksi jaringan sekolah ke wilayah perumahan di sekitarnya, dengan memanfaatkan jaringan IP terkonvergensi, sehingga sekolah dan lingkungan sekitarnya tumbuh dan berkembang, dengan biaya yang efektif.
Pelaksanaan inisiatif One-to-One di St. Lucie memungkinkan solusi teknologi bagi tiap siswa di wilayah tersebut, yang juga menjadi proyek percontohan dalam memanfaatkan mobile device seperti personal digital assistant (PDA) atau laptop bagi siswa-siswa di sekolah dasar dan menengah. Sehingga para siswa dapat mengerjakan tugas sekolah atau browsing di Internet dengan perangkat nirkabelnya.
Kemampuan ini sekaligus juga juga meningkatkan interaksi dan produktivitas siswa dan pengajar, misalnya siswa dapat mengumpulkan tugas sekolahnya melalui secara online, kemudian pengajar akan men-download dan menilainya di luar kelas. Para siswa dapat mengakses kurikulum pelajaran dan tugas sekolah, 24 jam sehari, tanpa ada batasan dalam mengakses Internet, pengolah kata dan aplikasi lainnya.
Hal ini bukan hanya menghemat waktu belajar di kelas, tetapi juga memungkinkan lebih banyak penerapan metode pengajaran secara langsung dan pendekatan individual. Selain itu para siswa juga dipacu untuk lebih aktif terlibat dalam proses belajar mengajar.

Jaringan Internet Protocol (IP)
Dua sekolah di negara bagian Arizona dan Texas, telah meng-upgrade jaringan sekolah yang ada ke jaringan IP terkonvergensi dan mengganti sistem telepon yang berbasis PBX (private branch exchange) dengan teknologi Unified Communications. Jaringan yang baru memungkinkan konektivitas yang lebih handal dengan 800 access point nirkabel dan telepon berbasis IP di seluruh kelas, mendukung program pendidikan yang lebih luas, dengan fasilitas video conference dan streaming video, serta peningkatan yang nyata di lingkungan sekitarnya dan komunikasi antara orangtua-pengajar-siswa.
Sekolah tersebut dibangun dengan menyertakan jaringan IP terkonvergensi, access point nirkabel dan dukungan perangkat security, yang memungkinkan para siswa dapat mengkoneksikan laptop mereka secara instan ke jaringan sekolah untuk mendapatkan kurikulum dan materi tugas sekolah, dan para pengajar dapat menyampaikan konten pelajaran melalui sistem manajemen pengajaran terkini.
Selain itu, jaringan nirkabel juga meningkatkan komunikasi di antara siswa, pengajar, orangtua dan staf sekolah melalui sistem telepon berbasis IP dan perangkat Unified Communications. (AWE).


Pendidikan ESQ “Dasar Pembentukan Pribadi Anak Didik”

Juni 5, 2009

Oleh:Mamik Rahayu, S.Pd
Dalam suatu pendidikan jangan hanya dituangkan pengetahuan semat-mata kepada anak didik, tetapi harus juga diperhatikan pembinaan moral, sikap dan tingkah laku.
Oleh karena itu, dalam setiap pendidikan pengetahuan harus ada pendidikan moral dan pembinaan kepribadian yang sehat. Dasar dan tujuan pendidikan moral biasanya ditentukan oleh pandangan hidup dari lembaga pendidikan itu sendiri, juga harus sesuai dengan dasar dan tujuan Negara.
Kalau Negara itu berdasarkan Demokrasi, maka pendidikan yang dilakukan terhadap anak-anak juga bertujuan membina jiwa demokrasi. Begitu juga halnya kalau Negara itu berdasarkan otokratis. Karena kita berdasarkan pancasila, maka pendidikan harus bertujuan mempersiapkan anak didik, untuk dapat menerima pancasila dan menjadikan pancasila sebagai dasar hidupnya. Untuk itu, pendidikan disekolah harus ditujukan pada anak didik dengan menumbuhkan kesadaran yaitu:
a. kepercayaan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Sikap dan tindakan harus sopan-santun dan berperikemanusiaan
c. Rasa cinta terhadap bangsa dan tanah Air
d. Menumbuhkan jiwa Demokratis
e. Rasa keadilan, kejujuran, kebenaran dan menolong orang lain
Maka arah dan tujuan pendidikan itu akan tercapai dengan maksimal, kalau pendidikan memperhatikan hal-hal diatas.

Metode ESQProses Belajar Mengajar
Demi terwujudnya dasar dan tujuan pendidikan itu, banyak sekolah-sekolah yang berani mengeluarkan biaya lebih besar. Mereka menggandeng beberapa Pondok pesantren seperti Pondok Pesantren Mahasiswa Al- Hikam Malang, agar dibulan Ramadhan ini siswa/siswi mendapatkan pemahaman tentang Iman dan ketakwaan lebih banyak dibanding sebelumnya. Sehingga, disamping unggul dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Agamanya juga, itu yang sekarang lagi digalakkan disekolah-sekolah.
Bahkan pondok Pesantren Al Hikam ini, dipercaya oleh banyak sekolah dikota Malang untuk mengadakan pembinaan IMTAK bagi siswa/siswi di bulan Ramadhan, seperti SMP 5, SMP 16, SMA tugu, SMKN 8 Malang dan sekolah-sekolah luar kota Malang. Sebenarnya, yang menjadi dasar ketertarikan sekolah-sekolah menyelenggarakan Pondok Ramadhan di Pondok pesantren, agar siswa tidak boring/bosan belajar disekolah saja.
Dengan pembelajaran dipondok pesantren mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan sehari-hari, menambah wawasan tentang ilmu-ilmu Tarbiyah, ta’dib atau Irsyaad. Apalagi dengan metode pembelajaran ESQ dapat membuat siswa merubah perilaku mereka dari yang biasanya berbohong berubah menjadi jujur, mengingatkan akan kenakalan mereka pada orang tua, guru, teman maupun orang lain.
Inilah yang sangat diharapkan oleh sekolah-sekolah bahwa dengan selesainya pembelajaran diPondok Pesantren dapat membawa perubahan yang lebih baik pada siswa-siswi. Sebagaimana metode ini biasanya dibawakan oleh Dr. Arif Alamsyah, MARS Dosen Brawijaya ini, saat penyampaian para siswa terbawa pada kejelekan-kejelakan yang selama ini mereka lakukan, apalagi diiringi dengan lantunan-lantunan lagu islami membuat badan kita semua merinding merindukan bertemu Allah.
Pada akhirnya mereka bisa mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Dan terbukti banyak sikap dan perilaku siswa/siswi mengalami perubahan baik disekolah maupun dirumah jauh lebih baik.
Semoga dasar dan tujuan pendidikan kita dapat mencapai cita-cita itu, tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Inilah tanggung jawab semua pendidik disekolah bagaimana mereka dapat menerapkan metode ESQ. Mampukah kita melaksanakan amanah ini? Bahwa profesi guru bukan semata-mata sebagai mata pencaharian, tetapi bagaimana hubungan guru dan anak didik sebagai pengganti orang tua, ini yang sering terlupakan oleh kita semua pendidik.


SHALAT GERHANA BULAN DAN GERHANA MATAHARI

Juni 3, 2009

Oleh
Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

Shalat kusuf (gerhana bulan) dan khusuf (gerhana matahari) merupakan sunnat mua’kkad. Disunatkan bagi orang muslim untuk mengerjakannya. Hal itu didasarkan pada dalil berikut ini.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia bercerita bahwa pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadi gerhana matahari, lalu beliau mengerjakan shalat bersama orang-orang. Maka beliau berdiri dan memanjangkan waktu berdiri, lalu beliau ruku dan memanjangkannya. Kemudian beliau berdiri dan memanjangkannya –berdiri yang kedua ini tidak selama berdiri pertama-. Setelah itu, beliau ruku dan memanjangkan ruku, ruku-nya ini lebih pendek dari ruku pertama. Selanjutnya, beliau sujud dan memanjangkannya. Kemudian beliau mengerjakan pada rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat pertama. Setelah itu, beliau berbalik sedang matahari telah muncul. Lalu beliau memberikan khutbah kepada orang-orang. Beliau memanjatkan pujian dan sanjungan kepada Allah. Dan setelah itu, beliau bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”. Setelah itu, beliau bersabda : “Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis” [Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] [1]

Dapat saya katakan, sisi dalil yang dikandung hadits di atas, bahwa perintah mengerjakan shalat itu berbarengan dengan perintah untuk bertakbir, berdo’a, dan bersedekah. Dan tidak ada seorangpun yang mewajibkan bersedekah, bertakbir dan berdo’a pada saat terjadi gerhana. Dengan demikian, menurut kesepakatan ijma’ bahwa perintah tersebut bersifat sunnat. Demikian juga dengan perintah untuk mengerjakan shalat yang berbarengan dengannya. [2] .Wallaahul Muwaffiq.

SIFAT DAN JUMLAH RAKAA’AT SHALAT KUSUF

I. Tidak Ada Adzan Dan Iqamah Untuk Shalat Kusuf

Para ulama telah sepakat untuk tidak mengumandangkan adzan dan iqomah bagi shalat kusuf [3]. Dan yang disunnahkan [4] menyerukan untuknya “ Ash-Shalaatu Jaami’ah”.

Yang menjadi dalih bagi hal tersebut adalah apa yang ditegaskan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahuma, dia bercerita : “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, diserukan : Innash Shalaata Jaami’ah” Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani.[5]

II. Jumlah Raka’at Shalat Kusuf

Shalat gerhana itu dikerjakan dua rakaat dengan dua ruku’ pada setiap rakaat. Yang menjadi dalil hal tersebut adalah hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha yang telah kami sampaikan sebelumnya. Dan juga hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia bercerita : “Pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliaupun berdiri dengan waktu yang panjang sepanjang bacaan surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku dengan ruku yang cukup panjang, lalu beliau bangkit dan berdiri dalam waktu yang lama juga- -tetapi lebih pendek dari berdiri pertama-. Kemudian beliau ruku dengan ruku yang lama –ruku yang lebih pendek dari ruku pertama-. Setelah itu, beliau sujud. Kemudian beliau berdiri dalam waktu yang lama –tetapi lebih pendek dari berdiri pertama. Selanjutnya, beliau ruku dengan ruku yang lama- ruku yang lebih pendek dari ruku pertama. Setelah itu, beliau sujud. Kemudian beliau berbalik, sedang matahari telah muncul. Maka beliau bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut, maka berdzikirlah kepada Allah”

Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, kami melihatmu mengambil sesuatu di tempat berdirimu, kemudian kami melihatmu mundur ke belakang”. Beliau bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya aku melihat Surga, maka aku berusaha mengambil setandan (buah-buahan). Seandainya aku berhasil meraihnya, niscaya kalian akan dapat memakannya selama dunia ini masih ada. Dan aku juga melihat Neraka, aku sama sekali tidak pernah melihat pemandangan yang lebih menyeramkan dari pemandangan hari ini. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita”.

Para sahabat bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kekufuran mereka”. Ada yang bertanya “Apakah mereka kufur kepada Allah?”. Beliau menjawab.

“Artinya : Mereka kufur kepada keluarganya (suaminya), dan kufur terhadap kebaikan (tidak berterima kasih). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang waktu, lalu dia melihat sesuatu (kesalahan) darimu, niscaya dia akan mengatakan : “Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu” {Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] [6]

Kesimpulan
Didalam hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha dan Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma diatas terdapat dalil yang menunjukkan disunnatkannya khutbah dalam shalat kusuf, yang disampaikan setelah shalat.[7]

III. Menjaharkan Bacaan Dalam Shalat Kusuf

Bacaan dalam shalat kusuf dibaca dengan jahr (suara keras), sebagaimana yang dikerjakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjaharkan bacaannya dalam shalat kusuf. Jika selesai dari bacaannya, beliau pun bertakbir dan ruku. Dan jika dia bangkit ruku, maka beliau berucap : “Sami Allaahu liman Hamidah. Rabbana lakal hamdu”. Kemudian beliau kembali mengulang bacaan dalam shalat kusuf. Empat ruku dalam dua rakaat dan empat sujud.” Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] [8]

At-Tirmidizi rahimahullah mengatakan : “Para ulama telah berbeda pendapat mengenai bacaan didalam shalat kusuf. Sebagian ulama berpendapat supaya dibaca pelan (sirr, dengan suara tidak terdengar) dalam shalat kusuf pada waktu siang hari. Sebagian lainnya berpendapat supaya menjaharkan bacaan dalam shalat kusuf pada siang hari. Sebagaimana halnya dengan shalat ‘Idul Fithi dan Idul Adha serta shalat Jum’at. Pendapat itulah yang dikemukakan oleh Malik, Ahmad dan Ishaq. Mereka berpendapat menjaharkan bacaan pada shalat tersebut. Asy-Syafi’i mengatakan : Bacaan tidak dibaca Jahr dalam shalat sunnat [9]

Dapat saya katakan bahwa apa yang sesuai dengan hadits, itulah yang dijadikan sandaran [10]. Wabillahi Taufiq

VI. Shalat Kusuf Dikerjakan Berjamah Di Masjid.

Yang sunnat dikerjakan pada shalat kusuf adalah mengerjakannya di masjid. Hal tersebut didasarkan pada beberapa hal berikut ini.
1) Disyariatkannya seruan di dalam shalat kusuf, yaitu dengan “Ash-Shalaatu Jaami’ah”
2) Apa yang disebutkan bahwa sebagian sahabat mengerjakan shalat kusuf ini dengan berjama’ah di masjid.[11]
3) Isyarat yang diberikan oleh kedua riwayat di atas dari hadits Aisyah dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat gerhana itu secara berjama’ah di masjid. Bahkan dalam sebuah riwayat hadits Aisyah di atas, dia bercerita, “Pada masa hidup Rasulullah pernah terjadi gerhana matahari, lalu beliau pergi ke masjid, kemudian beliau berdiri dan bertakbir, dan orang-orang pun membuat barisan di belakang beliau. [12]

V. Jika Seseorang Tertinggal Mengerjakan Satu dari Dua Ruku Dalam Satu Raka’at.

Shalat kusuf ini terdiri dari dua rakaat, masing-masing rakaat terdiri dari dua ruku dan dua sujud. Dengan demikian, secara keseluruhan, shalat kusuf ini terdiri dari empat ruku dan empat sujud di dalam dua rakaat.

Barangsiapa mendapatkan ruku kedua dari rakaat pertama, berarti dia telah kehilangan berdiri, bacaan, dan satu ruku. Dan berdasarkan hal tersebut, berarti dia belum mengerjakan satu dari dua rakaat shalat kusuf, sehingga rakaat tersebut tidak dianggap telah dikerjakan.Berdasarkan hal tersebut, setelah imam selesai mengucapkan salam, maka hendaklah dia mengerjakan satu rakaat lagi dengan dua ruku, sebagaimana yang ditegaskan di dalam hadits-hadits shahih. Wallahu a’lam.

Yang menjadi dalil baginya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang bukan atas perintah kami, maka dia akan ditolak” [Muttaffaq ‘alaihi] [13]

Dan bukan dari perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, shalat satu rakaat saja dari shalat kusuf dengan satu ruku. Wallahu ‘alam

SHALAT GERHANA BULAN SAMA DENGAN SHALAT GERHANA MATAHARI

Shalat gerhana bulan dikerjakan sama seperti shalat gerhana matahari. Hal tersebut didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”.[14]

Dapat saya katakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah pernah mengerjakan shalat gerhana matahari dan beliau menyuruh kita untuk melakukan hal yang sama ketika terjadi gerhana bulan. Dan hal itu sudah sangat jelas lagi gamblang. Wallahu ‘alam

Ibnu Mundzir mengatakan : “Shalat gerhana bulan dikerjakan sama seperti shalat gerhana matahari” [15]

(Disalin dari kitab Bughyatul Mutathawwi Fii Shalaatit Tathawwu, Edisi Indonesia Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Penulis Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Foote Note
1). Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di beberapa tempat, yang diantaranya di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Ash-Shadaqah fil Kusuuf (hadits no. 1044). Dan redaksi di atas adalah miliknya. Dan juga Muslim di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Shalaatul Kusuuf (hadits no. 901).
2). Lihat sekitar Dalalaatul Itqiraan, kapan waktu muncul, kapan muncul kelemahannya, dan kapan pula keduanya sama . Badaa’iul Fawaa’id (IV/183-184)
3). Fathul Baari (II/533) dan Masuu’atul Ijmaa (I/696)
4). Syarhul Umdah, karya Ibnu Daqiqil Ied (II/135-136). Dan juga kitab Fathul Baari (II/533).
5). Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di beberapa tempat, yang diantaranya di dalam Kitaabul Kusuuf, bab An-Nidaa bish Shalaati Jaami’ah fil Kusuuf (hadits no. 1045). Dan lafazh di atas adalah miliknya. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Dzikrun Nidaa bi Shalaatil Kusuuf : Ash-Shalaatu Jaami’ah, (hadits no. 910). Lihat Jaami’ul Ushuul (VI/178)
6). Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di beberapa tempat, yang diantaranya di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Shalaatil Kusuuf Jama’atan, (hadits no. 1052), dan lafazh di atas adalah miliknya. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Maa ‘Aradha Alan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam fii Shalaatil Kusuuf min Amril Jannah wan Naar, (hadits no. 907). Dan lihat kitab. Jaami’ul Ushuul (VI/173).
7). Dan termasuk terjemahan Al-Bukhari di dalam (Kitaabul Kusuuf, bab Khuthbatul Imam fil Kusuuf), Aisyah dan Asma Radhiyallahu ‘anhuma berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah…” Selanjutnya, dia menyitir hadits Aisyah di atas, Fathul Baari (II/533-534)
8). Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di beberapa tempat, di antaranya di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Al-Jahr bil Qiraa’ah fil Kusuuf, (hadits no. 1065) dan lafazh diatas adalah miliknya. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim di dalam Kitaabul Kusuuf, bab Shalaatul Kusuuf, (hadits no. 901). Lihat Jaami’ul Ushuul (VI/156).
Takhrij hadits ini telah diberikan sebelumnya, tanpa memberi isyarat kepada riwayat ini.
9). Sunan At-Tirmidzi (II/448 –tahqiq Ahmad Syakir).
10). Lihat ungkapan Asy-Syafi’i dan dalilnya di dalam kitab Al-Umm (I/243). Juga pembahasan dalil-dalilnya serta penolakan terhadapnya di dalam kitab, Fathul Baari (II/550)
11). Dari terjemahan Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya, bab Shalaatul Kusuuf Jamaa’atan. Dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menjadi imam untuk shalat mereka di pelataran zam-zam. Ali bin Abdullah bin Abbas mengumpulkan (orang-orang). Dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma pun shalat …”. Kemudian dengan sanadnya dia menyitir hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma terdahulu.
Pendapat yang mensyariatkan shalat kusuuf dengan berjama’ah adalah pendapat jumhur. Sekalipun imam tetap tidak hadir, maka sebagian mereka boleh menjadi imam atas sebagian lainnya. Lihat kitab Fathul Baari (II/539-540).
12). Dari terjemah Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya : Bab : Shalatul Kusuuf fil Masjid. Di dalamnya dsiebutkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha di atas dengan riwayat yang didalamnya terdapat ucapannya : “Kemudian pada suatu pagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki kendaraan, lalu terjadilah gerhana matahari. Kemudian beliau pulang kembali pada waktu Dhuha, maka beliau pun berjalan di antara rumah-rumah isteri beliau …. (hadits no. 1056).

Di dalam kitab Fathul Baari (II/544), dalam mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan : “Tidak ada pernyataan jelas yang menyebutkan bahwa shalat kusuf ini dikerjakan di masjid, tetapi hal tersebut disimpulkan dari perkataan Aisyah : “Lalu beliau berjalan di dekat rumah-rumah para isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memang menempel pada masjid. Dan shalat kusuf di masjid ini telah dinyatakan secara gamblang dalam sebuah riwayat Sulaiman bin Bilal, dari Yahya bin Sa’id, dari Umrah yang ada pada Muslim (saya katakan : “Hadits no. 903) Dan lafazhnya adalah sebagai berikut :” Kemudian aku keluar di antara para wanita di depan rumah isteri-isteri Nabi di masjid. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan turun dari binatang tunggangannya hingga akhirnya sampai ke tempat shalat yang beliau mengerjakan shalat di sana”.
Dapat saya katakan, dan yang lebih jelas dari itu adalah apa yang terdapat dalam hadits Aisyah terdahulu, yang ada pada Muslim, pada no. 901 Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Pada masa hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari, lalu beliau pergi ke masjid, kemudian beliau berdiri dan bertakbir, dan orang-orang pun membuat barisan di belakang beliau..”
13). Hadits shahih. Diriwayatlkan oleh Al-Bukhari sebagai kata pembuka dengan lafazh ini di dalam Kitaabul Buyuu’ bab An-Najasy, Fathul Baari (IV/355). Dan diriwayatkan secara bersambungan di dalam Kitabush Shulh, bab Idzaa Ishtalahu ‘alaa Shulhi Juurin fa Shulhu Marduud, dengan lafazh : “Barangsiapa membuat suatu hal yang


Tips Cara Install Windows XP di notebook/ Laptop berhardisk SATA

Juni 3, 2009

Mungkin ketika anda meng-install Windows XP di laptop Acer Aspire 4310 dan acer tipe lain diatasnya( menggungakan hardisk sata), akan muncul pesan bahwa installer windows tidak dapat menemukan hard disk pada laptop anda, seperti pada gambar di atas. Ha ini juga terjadi di notebook/ laptop merk lain seperti toshiba, compaq, Lenovo dan lain dan yang pasti notebook- ini menggunakan hardisk SATA RAID.

Pesan ini muncul karena Installer Windows tidak dapat nge-detect SATA pada laptop Acer Aspire 4310. Untuk mengatasi masalah ini, ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu menginstall SATA Driver menggunakan USB Floppy atau membuat Unattended Windows Installer menggunakan NLite.

Cara 1:
1. Sediakan Disket untuk menyimpan SATA Driver.
2. Download SATA Driver untuk Acer , Toshiba, atau notebook merk lain yang menggunkan hardisk SATA. Download
3. Ekstrak AHCI.zip
4. Buka folder AHCI\F6 Floppy Utility\f6flpy32\ dan jalankan file f6flpy32.exe (jangan lupa memasukkan Disket ke Floppy Drive), ikuti langkah-langkahnya hingga selesai.
5. Boot Laptop anda dengan CD Windows XP (jangan lupa memasang USB Floppy drive dilaptop anda).
6. Ketika muncul pesan “Press F6 if you need to install a third party SCSI or RAID driver…”, segera tekan F6.

7. Setelah proses loading, dilayar anda akan muncul pesan:

8. Masukkan Disket yang berisi SATA Driver ke USB Floppy Drive anda, kemudian tekan S. Akan muncul daftar driver yang ada pada Disket tadi, pilih driver yang sesuai dan lanjutkan proses Instalasi Windows XP anda.
Cara 2:
1. Sediakan CD Blank.
2. Download software nLite disini.
3. Download SATA Raid disini. (Download)
4. Instal nLite ke komputer anda. NB: dalam mengistal nLite pertama kali akan muncul permintaan sofware Microsoft Frame.net 2.0 anda bisa download di sini Download.
5. instal dotnetFx anda telebih dahulu kemudian baru instal software nLite
6. Buat Folder baru, kemudian copy semua file yang ada di CD Windows XP dan paste ke folder tersebut.
7. Jalankan program nLite, kemudian klik next.
8. Browse folder yang berisi CD Windows XP yang tadi anda buat, lalu klik next.

9. Klik next lagi, pilih “integrate drivers” dan “Create Bootable ISO”, klik next.

10. Ekstrak SATA Raid.zip
11. Pilih “insert” pada nLite, kemudian pilih “Multiple driver folder” arahkan ke folder tempat anda mengekstrak SATA Raid, kemudian klik OK.

12. Klik All, kemudian OK.
13. Pilih “Textmode driver”, sorot semuanya, kemudian klik OK.

14. Klik next, kemudian jawab “Yes” untuk memulai proses integrasi driver.
15. Setelah selesai, klik next untuk melanjutkan ke tahap pembuatan Bootable ISO.

16. Pada bagian “Mode” Pilih “Create Image” untuk membuat ISO image, atau pilih “Direct Burn” untuk langsung nge-burn ke CD.
17. Setelah proses burning selesai, anda dapat menggunakan CD tersebut untuk melakukan Instalasi Windows XP ke Acer Aspire 4310.
NB: 2Cara ini dapat juga digunakan untuk beberapa Motherboard , Laptop/ Notebook yang menggunakan SATA Raid. Contohnya HP Compaq, Lenovo, Toshiba, Fujitsu, Axxio, Anote dll.

Sumber: Mas Coirun,

posting tips-tips lain yang berhubungan:

tutorial reparasi notebook toshiba sat pro 4300

Reparasi notebook & komputer

tips mengoptimalkan kapasitas hardisk

tips mengganti hardisk laptop notebook

tips membeli notebook second

tips cara install windows xp di notebook/laptop berhardisk SATA

spesifikasi notebook acer aspire 4730z-320516mn

Spesifikasi notebook toshiba satellite l300 a511
di 21:09
Label: tutorial Reparasi


Balek nang Deso

Mei 27, 2009

LUIH ENAK JADI ORANG DESA (wong deso ) atau ORANG KOTA ? Heh..!!(?)

Assalamualaikum wr.. wb..

Mau gabung jadi kelompok  wong ndeso yang kesanya ketinggalan jaman , katro , kuno atau apalah .Yah Jenenge ae  juga orang desa, uripe di lingkungan yang sangat jauh dari pesatnya pembangunan . Apa lagi yang di pedalaman (Pelosok bangeuuutt) cietttt sepi , hampa  dan jauh dari segala fasilitas duniawi. Haha….!!! :)

Tapi justru dari kesederhanaan mereka , otak dan hati mereka masih bisa terjaga dari hal-hal yang menyesatkan dan merusak moral seperti yang terjadi di kota.weleh……ngarang!!

Satu hal lagi, wong deso sekarang selalu menjadi objek jika bertemu orang kota. Hahaha…..  Bahkan sekarang lagi tren . wong deso….katro……!!! mas tukul mana neh ? tapi meski terluka , lebih baik direndahkan seperti ini  dari pada jadi menjadi  orang kota yang ndeso-ndesoni wong ndeso , yang mana kesanya mereka merasa lebih unggul *Wong-ndeso juga manusia. Hati-hati…. !!! Inilah yang menjurus kepada kesombongan.Kekekekkk…….

Yah biarlah mereka wong ndeso…..yang penting jangan katro , ndeso tapi sing marem lah… . Yang berfikir luas dan otaknya selalu berkembang . he-eh

Satu hal lagi : Kita Semua berasal dari desa . :)

// //


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.